Jumat, 04 Februari 2011

Menyoal Sistem Pemerintahan

Sistem Pemerintahan,
Antara Presidium,
Demokrasi, Monarki,
Khilafah, Imamah, dll

Reaksi anak-anak Yogya atas pernyataan kontroversial SBY. Sebuah plesetan yang bisa jadi memuaskan emosi sesaat, tapi tidak mewakili kenyataan objektif.

T
ahukah anda sistem pemerintahan atau kepengurusan apa yang digunakan ormas-ormas dan partai politik? Jawabannya adalah: presidium.  Seperti yang anda jumpai dalam salah satu berita di majalah ini, ICMI, adalah contoh sebuah ormas yang memakai sistem tersebut. Hingga muktamarnya yang terbaru di Bogor, yang berlangsung 4-7 Desember, ICMI yang memiliki 43 organisasi wilayah dan 700 organisasi daerah, masih dipimpin oleh 5 orang presidium (Hatta Rajasa, Marwah Daud Ibrahim, Muslimin Nasution, Azumardi Ajra, dan Nanat Fatah Nasir).

Surat Al-Baqarah: Tentang Nama Surat Dan Huruf-huruf Misterius


Sapi kuning mulus
Al-Baqarah dalam terjemahan di Indonesia selalu diartikan “sapi betina”. Itu dilakukan dengan mengikuti rumusan ilmu sharaf tingkat dasar; yaitu bahwa bila di belakang kata benda terdapat huruf tã’ marbûthah (tã’ bundar), maka kata benda itu masuk ke dalam jenis perempuan (mu’annats; feminine gender).
Di lain pihak, ternyata penambahan huruf tersebut tidak selalu mengubah kata benda jenis lelaki (mudzakkar; masculine gender) menjadi wanita, tapi hanyat menyatakan satu, sebuah, sekelompok. Misalnya, umam(un) berarti bangsa-bangsa atau kaum-kaum, maka ummatun (ummah) adalah satu bangsa atau satu kaum. Atau, bila syajar(un) berarti pohon-pohon, syajaratun (syajarah) adalah sebatang pohon. Dengan demikian, bila baqar(un) berarti (seluruh) sapi, maka baqaratun (baqarah) adalah seekor sapi.
Apalagi bila pada kata baqaratun itu ditambahkan kata sandang al, sehingga menjadi al-bagaratu (al-baqarah), maka tentu pengertiannya (penerjemahannya) bisa menjadi lain lagi.

Belajar ‘Filsafat’ Lewat Ilmu Sharaf


 Ilmu sharaf (morfologi bahasa Arab) adalah sebuah cabang ilmu bahasa yang sering kali dianggap memusingkan. Karena itulah ilmu ini kadang diplesetkan sebagai ilmu yang membuat orang sakit saraf (gila).
Tapi, siapa sangka bahwa dari ilmu sharaf kita bisa menggali sebuah filsafat kehidupan?
Secara garis besar, ilmu sharaf terbagi menjadi dua bentuk tashrîf , yaitu tashrîf lughawi, dan tashrîf ishthilahi.
Tashrîf lughawi adalah perubahan atau variasi kata kerja mengikuti variasi 14 dhamîr atau kata ganti nama. Variasi ini mengingatkan kita pada fungsi dasar bahasa (lughah), yaitu sebagai alat komunikasi.
 Variasinya dimulai dari kata ganti orang ketiga, atau pihak yang dibicarakan, yang terdiri dari tiga variasi, yaitu (1) huwa (dia, lelaki), (2) huma (mereka berdua, lelaki), dan (3) hum (mereka, lebih dari dua orang, lelaki). Kemudian, (4) hiya (dia, wanita), (5) huma (mereka berdua, wanita), dan (6) hunna (mereka, lebih dari dua orang, wanita).

Bank Humazah Lumazah

Sayang, tim penerjemah al Qur'an dari Depag RI tatkala menerjemahkan istilah humazah lumazah dalam surat al Humazah adalah pengumpat lagi pencela. Walaupun terjemah ini dikaitkan dengan sejumlah kisah dimasa turunnya al Qur'an (asbabun nuzul), namun rasanya tak nyambung. Padahal kalau diamati ayat berikutnya yang berbunyi: "yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung" merupakan penjelasan yang amat clear.

Humazah lumazah adalah istilah yang digunakan Allah untuk menyebut orang ataupun lembaga yang kerjanya melakukan penghimpunan harta (baca: uang) sekaligus melakukan berbagai kalkulasi agar harta atau uang itu dapat menciptakan keuntungan. Inilah yang dalam dunia bisnis dikenal istilah uang menciptakan uang.