Ilmu sharaf (morfologi bahasa Arab) adalah sebuah cabang ilmu bahasa yang sering kali dianggap memusingkan. Karena itulah ilmu ini kadang diplesetkan sebagai ilmu yang membuat orang sakit saraf (gila).
Tapi, siapa sangka bahwa dari ilmu sharaf kita bisa menggali sebuah filsafat kehidupan?
Secara garis besar, ilmu sharaf terbagi menjadi dua bentuk tashrîf , yaitu tashrîf lughawi, dan tashrîf ishthilahi.
Tashrîf lughawi adalah perubahan atau variasi kata kerja mengikuti variasi 14 dhamîr atau kata ganti nama. Variasi ini mengingatkan kita pada fungsi dasar bahasa (lughah), yaitu sebagai alat komunikasi.
Variasinya dimulai dari kata ganti orang ketiga, atau pihak yang dibicarakan, yang terdiri dari tiga variasi, yaitu (1) huwa (dia, lelaki), (2) huma (mereka berdua, lelaki), dan (3) hum (mereka, lebih dari dua orang, lelaki). Kemudian, (4) hiya (dia, wanita), (5) huma (mereka berdua, wanita), dan (6) hunna (mereka, lebih dari dua orang, wanita).