Tinjauan Subyektif Atas Film Sang Pencerah
Film, seperti banyak media lainnya, pada dasarnya adalah alat untuk mengajukan sebuah opini, atau bahkan ‘hanya’ sarana sutradara berekspresi, mengungkapkan sesuatu yang mengganjal di hati. Bedanya dengan sarana-sarana yang lain, film dibantu dengan segala perangkat teknologisnya untuk mempunyai daya ‘sihir’ (pesona) lebih kuat, setidaknya ketika penonon masih terkungkung dalam ruang jebakan bernama gedung bioskop. Apalagi bila yang dihidangkan di ruang gelap tersebut adalah sebuah karya yang dari segi artistiknya tergolong jempolan, seperti karya Hanung Bramantyo.